yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Friday, 19 June 2020

Anak Kos (5)

Udah lama banget ga nerusin serial anak kos. Saking terlalu banyaknya fenomena anak kos dan aku malas nulis, sekarang bingung mau cerita yang mana.
Kondisi sekarang sih lagi happy-happynya. Because what?? Karena sekosan cuma kamar aku doang yang isi. Ada sih 1 kamar yg ada penghuninya, tapi lagi balik kampung karena pandemi ini. Oh sad. Jadi lebih bebas. Kos lebih bersih dan rapi. Terutama bagian dapur. Biasanya dapur dipakai ramai2 semua penghuni dengan berbagai macam kebiasaannya, jadi jorok banget. Cucian piring yang dibiarin numpuk bikin bau dan semut dimana2. Kompor yang banyak cipratan minyak atau makanan yang ga langsung dibersihkan setelah masak. Eewwhhh. Geli banget asli!
Aku suka heran sih. Kenapa masih banyak orang yang punya kebiasaan buruk seperti itu. Apa mereka tidak paham esensi ngekos itu kayak gimana. Itu barang yang punya kos bukanlah properti pribadi, melainkan untuk umum. Dipakai bersama. Jadi, harap dirawat sebaik2nya. Belum lagi masalah isi gas. Giliran habis pada stop masak dan ngebiarin orang lain masak duluan biar ngisiin. Kan kampret! Hah! Seharusnya begitu. Nah, karena aku nih udah makin malas negur orang, jadilah aku beli kompor portable sendiri, alat masak sendiri aku beli lengkap. 
Sekarang karena sendiri makin happy masak lagi sih. Kinclong terus deh dapurnya. Aku ga bisa gitu biarin berantakan dikit. Kelar masak ya kelar juga nyuci peralatan2 masaknya setelahnya. Habis makan pun juga langsung nyuci piring. Bukankah itu normal? Apa aku yang berlebihan? Nggak kan?


Daftar Isi:

Thursday, 18 June 2020

LDR (4)

Percaya ga sih sama yang namanya zodiak? Percaya dalam artian bukan ramalannya sih, tetapi tentang sifat dan perilaku atau ciri khas seseorang berdasarkan zodiaknya.
Nah, kalau aku tipe yang mengindari banget sama yang namanya ramalannya. Karena aku tuh tipe cewek yang apa2 jadi pikiran, jadi aku mending ga baca aja soal begituan. Mau percaya atau bakal ga percaya tetep aja ga usah baca aja sekalian daripada bilang ga percaya tapi bakal tetep kepikiran.
Trus apa nih hubungan LDR sama zodiak? Ga ada sih, cuma bukan yang namanya shifa kalau ga suka menghubung2kan. Hahaaa
Jadi gini, paham kan LDR itu artinya kita akan berkomunikasi setidaknya lewat telepon, chat, atau sekarang bisa video call. Kita ngobrol langsung tatap muka aja suka ga ketebak apa kata hati dan kata si lawan bicara maksudnya apa. Ngomong apa lalu ditangkapnya apa. Salah paham itu susah terelakkan, kadang. Aku ga nakutin sih, cuma ini berdasarkan pengalaman pribadi ya. Perlu diingat, setiap orang berbeda. BERBEDA!.
Jadi kalau chat tuh aku suka nangkap beda, aku bacanya dengan nada bicara aku gitu, padahal ya ga gitu. Ga gitu intonasi si pengirim pesan. Biasa aja, datar aja. Tapi aku bisa aja nangkepnya beda hanya karena pelatakan titik koma bahkan menurut intonasiku sendiri bisa menimbulkan ga keenakan hati. Halah. Itu hanya salah satu contoh aja loh ya. 
Jadi pada akhirnya aku berusaha introspeksi, apakah aku ini kurang mengenal watak/sifat suami aku sendiri? Apakah aku ini tidak sebegitunya ngerti gaya bahasa dan intonasi suami aku sendiri. Lalu lah aku yang suka keidean ini buka perihal zodiak. Tapi tetap, aku ga buka ramalan keuangan, percintaan atau apalah itu. Aku cari karakter orang berdasarkan zodiak. 
Dan hasilnya, BOOM!!!!! WAH IYA YAAA...LHA BEGITU RUPANYA ORANGNYA..?! WADUUH, IYA JUGA SIH KEK GITU ORANGNYA.

Jadi kayak tersadarkan aja gitu, begitu rupanya sifat suami aku. Sedikit banyak cocok juga. Menurutku lho ya.
Intinya, jangan suka main2 sama ramalan zodiak. Tengok sekali aja untuk cari clue dikit soal karakter orang boleh aja. Tapi tetap, penilaian orang itu ya berbeda2. Diri sendiri kadang ngga ngrasa "aku begitu" tapi belum tentu orang lain juga ngrasa "kamu tuh begitu". Paham ga? Kala nggak, ya udah. 

Wednesday, 17 June 2020

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi adalah dasar untuk pembukuan keuangan dan merupakan hubungan antara harta, hutang dan modal dari sebuah perusahaan karena setiap transaksi akan memengaruhi minimal dari dua akun perusahaan tersebut. Maka dari itu, persamaan tersebut harus selalu dalam keseimbangan, debet dan kredit harus sama. Dengan begitu dapat menunjukkan bahwa apa yang dimiliki oleh perusahan bersumber dari berhutang atau apa yang pemiliknya investasikan.



Berikut ini adalah contoh dari beberapa transaksi:


Bisa diperhatikan, setiap transaksi minimal mempengaruhi dua akun, satu pada sisi aktiva dan satu lagi pada sisi pasiva. Dan pada akhirnya saldo harus seimbang (balance).

Berikut transaksi yang mempengaruhi 3 (tiga) akun:

Dapat dilihat, 2 akun maupun 3 akun sekalipun pada akhirnya saldo tetap seimbang (balance) antara aktiva dan passivanya.




 Daftar Isi:
 1. Belajar Akuntansi Dasar

Tuesday, 16 June 2020

Belajar Akuntansi Dasar

Haiii...
Kembali lagi dengan postingan tentang Akuntansi. Bagi aku, akuntansi ini bisa dipelajari oleh semua kalangan. Semua latar belakang pendidikan. Menurut saya lho. Karena siapa sih yang ga perlu ngitung duit?? Hayoo... Sedasar ngitung pengeluaran dan penerimaan aja deh. Pasti semua orang pernah kan?
Nah sebelum mempelajari akuntansi lebih lanjut, ada baiknya memahami dan menguasai Persamaan Dasar Akuntansi. Kalau sudah paham apa itu dasarnya, aku yakin sih lebih gampang nanti belajar. Beda cerita kalau mau lompat ke jurnal langsung, bisa siiih tapi feelnya bakal beda, bakal kurang klik gitu. Bisa bikin "ini nyari apaan sih?", "ini tuh apaan saih gunanya?", "ngapain sih mesti kayak gini?" Percaya deh. Daripada belum klik sama dasar akuntansinya dulu, istilahnya benang merah tuh harus kepegang dulu. Baru ke jenjang berikutnya. 
Mengenai akuntansi yang bisa dipelajari semua orang itu dah aku buktikan sih. Jamannya dulu masih sibuk kasih les privat akuntansi di jogja, emang ada ajaa yg daftar les itu bukan dari orang ekonomi bahkan akuntansi itu sendiri. Ada yang pendidikannya bahasa korea dan karena dia mau KKN dan dia ditugaskan menjadi bendahara tim jadi perlu belajar akuntansi. Ada juga orang yang buka usaha dan pengen ngelola keuangannya sendiri, no clue banget deh. Tapi nyatanya bisa aja, nyambung2 aja. Dengan catatan harus paham dulu persamaan dasar akuntansi. Jadi ga perlu takut sih untuk memulai belajar akuntansi. Dan ga perlu beranggapan juga belajar akuntansi itu untuk orang yang bekerja di keuangan. Ilmu akuntansi bisa diterapin ke kehidupan sehari-hari. Kita bisa kontrol keuangan kita sendiri. Pendapatan dan pengeluaran kita, serta bagaimana agar alokasi2 dana yang tepat bisa dipelajari juga.

Postingan selanjutnya bakal ku bahas yaa mengenai persamaan dasar akutansi lebih lanjut. Semoga aku tidak malas yaa. Hahaha

See you!

Monday, 15 June 2020

Pandemi 💔

Ga pernah terbayangkan sebelumnya kalau negara kita harus menghadapi pandemi saat ini. Sungguh. 
Kayak, awalnya tuh, ah semua bakal cepat baik dan pulih. Tapi lama kelamaan ini menjadi hal yang mewabah, serius yang makin serius banget. Banyak banget sektor kehidupan yang turut terkena dampak. Kehidupan pribadi pun tak terelekkan terkena juga. Banyak rencana yang sudah disusun indah dan serapi mungkin untuk tahun ini harus dibatalkan. 
Ya mungkin dipending tapi entah sampai kapan bisa terlaksana. Ga peduli siapa dan dimana, semua terkena dampak secara langsung maupun tidak langsung.
Contoh, ibu mertua saya. Saya menganggap dan berharap dia berada di rumah dan di kawasan tempat tinggal yang aman karena daerahnya yang cukup jauh dari pusat keramaian, tidak banyak campur tangan warga dari luar daerah yang bs masuk kedalam. Harapanku begitu. Tapi tetap, beliau terkena dampak secara tidak langsung. Beliau harus menahan rasa rindunya, menahan rasa ingin berkumpulnya dengan anaknya yang merantau. 
Jahat memang wabah ini. Jahat sekali. Membuat jarak yang ada semakin berjarak. Jauh menjadi semakin jauh. Namun, semua semakin mempersempit waktu, kesempatan. Sungguh berharga waktu bersama keluarga. Sangat-sangat berharga.
Namun doa yang kita panjatkan senantiasa berada disisi orang2 yang kita rindukan, yang sangat ingin kita peluk saat ini. Mereka, yang kita cintai. Yang kita rindukan.

Semoga sehat selalu.
Stay safe. ♥️

Sunday, 14 June 2020

LDR (3)

Menikah bagi saya artinya harus siap untuk LDR. Karena apa? Keadaan. Ga perlu ditanya, jawaban udah terpampang nyata. Aku bekerja di Pontianak. Suami bekerja di Jakarta. Dengan perjuangan kita masing2 untuk mendapatkan pekerjaan itu membuat kita sadar se-sadar-sadar-nya bahwa pada kenyataannya harus LDR'an dulu. 
Nah dari kesadaran itulah polemik justru terjadi. Maksudnya apa nih? Maksudnya, aku sadar, suami istri hidup terpisah itu nyatanya bikin perkara. Rindu. Itu lhoo...satu kata yang asliiiii deh bikin pikiran dan perasaan itu penuh sesak rasanya. Bukan hanya sekedar rindu ingin bertemu, namun kesadaran akan kewajiban2ku sebagai istri otomatis menjadi tak bisa ku laksanakan. 
Aku iri dengan pahala yg didapat istri2 yang lain, mereka bekerja juga namun mereka bisa tetap disisi suaminya dan melakukan kewajiban2nya. Dah dosa kali aku ni, belum jugak nglakuin kewajiban dah iri iri segala kelakuanku. Sad!
Tapi, ada yang namanya jalan, ada yang namanya pintu, maka aku berjalan menuju pintu untuk menyudahi LDR yang pahit ini. Belum sepenuhnya terbuka, tapi aku sudah melihat jalannya. Tolong teman2 doakan aku, doakan kami. Agar kami masing2 bisa terus jalan berdampingan menuju tempat yang satu, sama. Segera. 

Bangku Kosong

Seberapa aku takutnya dengan kondisi "sendiri"? Aku ga mampu ngira2 sih, karena kadang aku berani2 aja. Tapi aku juga kadang ngrasa "duh aku ini sendirian, yang lain pada berdua, bertiga, dst". Lagi2 aku membandingkan kondisiku dengan orang lain. Itu masuk kategori takut ga sih? Takut yang timbul karena ulah sendiri ya? Haha.
Mengenai bangku kosong, mereka tak mengapa, benda mati. Jadi aku pun gpp kalau aku merasa sendiri dan kosong, karena aku benda hidup, punya perasaan. Lagi2 aku mencari alasan untuk membela diri sendiri. Haha. 
Nggak apa sih. Kata quote yang beredar di luaran sana, "it's ok not to be ok".
Demi menghindari perasaan yang timbul akibat diri sendiri membandingkan dengan keadaan orang lain, aku perlu menghindari duduk dengan bangku kosong, alias duduk sendiri di tempat umum.
Tapi terkadang jika datang kekuatan entah dari mana asalnya, aku bisa duduk sendiri dengan lawan bangku kosong. Seperti pagi ini. Aku duduk makan 1 roti keju dengan 1 ice cafe vanilla latte. Aku bersyukur, pagi ini aku kuat. Alhamdulillah.

Atau karena aku ditemani roti keju sama es makanya kuat? Hahahaaaa

LDR (2)

Ini postingan LDR kedua yang hari pernikahannya sudah memasuki tahun ke-3. Wow. Emezing bukan? Kemana aja selama ini? Apakah semua baik2 saja? Tentu tidak dan juga tentu iya. Nah loh, bingung gaaa?? Aku aja bingung.
Aku mau cerita pahitnya dulu atau manisnya dulu nih gengs? 
Kalau dari istilah LDR aja udah kayaknya bakal pahit banget yaak. Belum tentu sih. Ceilah dah mulai nemu sisi positif LDR nih gueeeeh. Bangga. Haha.
Pahitnya sih jelas bakalan kangen berat. Ada rasa2, pengen kalau liat pasutri lain bisa serumah tuh. Yaaa emang gitu siih normalnya pasutri yaa.. hidup serumah. Istrinya masakin untuk suaminya, siapin baju untuk kerja, untuk sehari2. Ngurus kayak ibu rumah tangga gitu lah. Nanti yaa aku jabarin apa itu ibu rumah tangga yang tentunya versi akuuu dan bikin aku mumet sendiri karena berkespetasi seperti itu wkwkwkw.
Dah lah itu dulu. Dah kepanjangan ini baru 1 poin pahitnya yang paling pahit doang.