yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Friday, 10 April 2020

2020

Menginjak tahun 2019 saya sudah menyimpan banyak tenaga untuk berjuang, menyematkan banyak doa dan harapan untuk tahun berikutnya, 2020.
Semakin dekat dengan suami, berharap segera mendapat kabar baik mengenai pekerjaan, masa depan.
Namun selebihnya, hal buruk datang, tak cuma sekali, bertubi-tubi.
Kakak ipar yang sudah harus menghadap Yang Maha Kuasa. Lagi-lagi harus kehilangan anggota keluarga dalam keadaan sedang merantau jauh.
Duka juga belum hilang, Allah kasih tanda cinta lagi berupa ujian. Adik mengalami kecelakaan menjelang pengajian 7 hari kakak ipar.
Belum juga pulih, sakit hati rasanya harus kembali ke perantauan.
Semua saya telan bulat-bulat dan menyakini tanda cinta Allah SWT tersebut.
Setelahnya, 1 kabar baik datang dari pekerjaan. Alhamdulillah, progress baik.
Namun, lagi-lagi Allah menguji lagi hambaNya. Seluruh hambaNya. Berupa pandemi, covid-19. 
Semua harus saling menjaga jarak. Bersyukur mereka yang sudah dekat dengan keluarga hidupnya. Tidak dengan saya dan suami, masih hidup masing-masing di daerahnya masing-masing pula. Tidak bisa saling bertemu, bahkan dengan keluarga masing-masing. Momok terbesar adalah bulan Ramadhan dan Idul Fitri nanti. Harus terpisah jauh secara fisik, tak bisa berkumpul bahkan dengan keluarga inti sekali pun. 
Sakit.
Rindu.
Sakit sekali.
Lagi, saya, kita, harus menanamkan dalam benak bahwa ini adalah tanda cinta dari Allah SWT. Semua ujian akan ada kelulusannya. Dan yakin, bahwa badai pasti akan berlalu. Segera. Secepatnya. Aamiin.

Sunday, 15 December 2019

Tangga


Seperti kehidupan, naik dan turun. 
Ada yang lurus
Ada yang berliku
Ingin cepat atau lambat
Manusia sendiri yang tentukan

Friday, 6 September 2019

Waktu

Bagaimana waktu dapat membentuk suatu perjuangan seorang manusia adalah sesuatu yang luar biasa.
Waktu yang tak mungkin mundur ke belakang.
Waktu yang tak dapat dipercepat ke depan.
Kemudian isi pikiran dan hawa nafsu seluruh manusia mengisi waktu tersebut, berebut, berlomba, bahkan ada yang berdiam ditempat.
Satu persatu membuat waktu terbunuh secara percuma, terbunuh memakan korban lain, terbunuh untuk menang, terbunuh dan terlewati dengan sombongnya.
Lalu membuat beberapa manusia mengeluh, mengusap keringat, darah, atau ada yg semakin angkuh mengangkat dagunya dan semakin berani menantang dunia.

Banyak macam, banyak ragam, derita dan bahagia manusia.
Semua hanya mengenai waktu dan apa isi pikiran manusia.
Maka bersabarlah.

Sunday, 8 July 2018

Jepang #3

Ingin merekap hal2/pengalaman/pelajaran  positif yang saya ambil selama di Jepang. Semoga bisa diambil hal2 positifnya.

Penting untuk diingat, "ini bukan berarti saya membanding-bandingkan dengan Indonesia atau bahkan menjelek-jelekkan Indonesia, tapi murni sebagai pengingat dan untuk diambil pelajaran positifnya sih." Buat yang langsung mikir "hm kayak artis sonoo yg hbs buka jilbab lebih muji Jepang bla bla bla blaaa" jangan yaaa..ga salah kan saya membuat catatan seperti ini, siapa tahu bisa jadi pelajaran. Itu aja.

Jadi disana itu.....

1. Di jalan, pejalan kaki diutamakan dan nomor 2 adalah pesepeda.
2. Setiap jalan ada rambu khusus pejalan kaki untuk menyebrang, tidak lupa dengan suara tanda hijau bagi pejalan kaki yang disabilitas. Kyu-kyu-kyu-kyuu..kayak siul burung. Lucu. Hehe
3. Jika tidak ada rambu (saya temukan beberapa di pedesaan) ketika ada yg mau menyeberang kendaraan bermesin otomatis mempersilakan si pejalan kaki/pesepeda untuk menyebrang. Tidak lupa bagi si penyebrang setelahnya mengucapkan terima kasih dengan membungkukkan badan khas orang Jepang.
4. Menyebrang jalan hanya melewati zebracross. Tidak suka memotong jalan sembarangan.
5. Tidak mengganggu fasilitas/ruang publik. Hampir ga pernah denger nada dering hp di ruang publik termasuk jg kereta atau bus. Silent mode semua. Kalaupun ada pasti punya turis. Hehee. Mereka kebanyakan duduk/berdiri diam pakai headset dan fokus sama gadgetnya.
6. Tidak segan untuk mengucapkan permisi, terima kasih atau maaf.
7. Disiplin. Ini yang bikin aku "wooohhh!!". Semua jadwal transportasi umum sangat tepat waktu sampe ke menit2nya. Ini sih bener2 gila..jadwal kereta dan bus itu ga ada yang jam 1 pas gitu deh kayaknya. Pasti ada menitnya. Misal 1.12, 18.19 gitu2, dan memang tepat waktu.
8. Kalau yg ini entah hal positif atau negatif yaa..mereka kalau jalan cepat sekali. Seolah2 terburu2 mungkin memang mereka sibuk semua dan nomor 7 juga bisa jadi alasan mereka buru2. Sampai2 tangga di ruang publik seperti stasiun ada aturannya sisi sebelah mana untuk naik dan turun. Harus diperhatikan tandanya. Jadi ga ada yang tabrakan dan tidak menghambat dan memperlambat waktu mereka. Wow.
9. Kalau naik atau turun eskalator jika santai harus berdiri disisi kiri. Kanan dikosongkan atau diberi space. Gunanya untuk jalur bagi orang lain yang sedang terburu2 berjalan.
10. Buang sampah. Buang sampah ga ada yang asal buang. Dipilih2 mana yang bisa daur ulang. Salah satu minimarket (kalau ga salah family mart) menyediakan tempat untuk membuang sampah kantong plastik mereka. Jd kl habis belanja dikumpulkan kl belanja lagi dibawa mungkin untuk didaur ulang.
11. Uang kertasnya rapi, tidak kucel dilipat2, setiap kasir pasti ada nampan kecil seukuran uang kertas untuk naruh/nerima uang pembayaran dari pembeli. Unik pokoknya.
12. Antri toilet umumnya tidak berdiri di depan pintu masing2 toiletnya persis. Tapi di pintu masuk toilet umumnya. Lebih rapi dan lebih adil sih. Siapa yg mengantri duluan bisa langsung dapat giliran jika ada yg keluar toilet.

Sementara itu dulu. Nanti kalau ada keingetan lagi sesuatu bakal diupdate lagi. Semoga bermanfaat ya.

Wednesday, 6 June 2018

Jepang #2

Biaya


Ini berdasarkan pengalaman saya ya. Tiap individu pasti berbeda-beda. Ini biaya dengan asas "yang penting sampai Jepang dan ketemu suami" ya...jadi jauh dari kata fancy

1. Tiket Pesawat Air Asia untuk penerbangan pergi CGK - DPS - NARITA kemudian penerbangan pulang dengan rute NARITA - CGK sebesar Rp4.768.181,- dengan seat yang biasa, WITHOUT BAGGAGE dan NO MEAL. 
Saya jelaskan dulu sedikit, itu harga tiket saja hanya dapat jatah total 7 kg untuk kabin dan tentengan, jangan samakan dengan maskapai lain ya, saat check in bener2 ditimbang semuanya. Kenapa No Meal? karena penerbangannya malem saya rasa sebelum naik udah kenyang dulu dan di pesawat tinggal tidur sekalian biar ngirit. Saya beli tiket pesawat melalui tiket.com. Banyak2 bandingin aja sih kayak traveloka berapa, tiket.com berapa dan platform lainnya. Tapi jangan lupa sign up ke airasia.com cek harga juga disitu. Kalau udah beli tiket dan mau nambah bagasi dan makanan bisa ke airasia.com. Kalau bayar di counter checkin lebih mahal.
Kemaren saya nambah bagasi 20kg untuk penerbangan pergi order melalui airasia.com kurang lebih nambah 400 ribu. Bawa baju ga usah banyak2 sih, jadi penerbangan pulang 7 kg itu cukup untuk baju dan belanjaan. Oh ya saat booking hotel dan penginapan pastikan dulu ada laundrynya ga.
2. Tiket kereta dan bus. Lumayan murah sih, 

Jepang #1

Postingan mengenai Jepang kali ini akan membahas mengenai hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum pergi ke Jepang. Ini menurut pengalaman saya pribadi ya. Mungkin setiap individu akan berbeda2 untuk apa yang perlu diperhatikan sebelum ke Jepang.

  1. Musim apa di Jepang. Ini akan berkaitan dengan tujuan wisatamu, kesehatan kamu, kenyamanan kamu disana, dan perlengkapan yang akan kamu gunakan (seperti pakaian dan obat) selama disana.
  2. Tiket pesawat. Pandai2 mencari tiket pesawat yang cucok meong lah. Kalau cuma backpackeran cukup lah Air Asia Direct Jakarta - Tokyo (Narita) dengan seat yang biasa (jangan harap bisa rebahan dan dapat selimut ya) walaupun penerbangan kurang lebih 7 jam ga usah manja! heheee
  3. Hotel/penginapan. Kalau rame mending cari Airbnb. Hotel/penginapan disana mahal2. Perhatikan dengan tujuan wisatamu.
  4. Membawa sandal/sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Disana bakal banyak jalan kaki, antar halte, antar stasiun. Jangan harap naksi atau ber-uber-ria atau ngegojek yaaa...ada sih tapi mahal ya Allaaaaahh.
  5. Obat-obatan, koyo yang panas favoritmu, hot n cream, safe care gitu2 lah pokoknya. Untuk tumit, telapak kaki, betis, dan pinggangmu nanti. Karena kalau dah sampe disana bawaannya kan keliling terus, minim tidur deh. Pasti!!! Pegel2 dah tu badan. 
  6. Kurs. 
  7. List kepengenan yang mau dibeli disana. Misal pengen makanan A. Nah googling dulu alamatnya, jam bukanya, harganya (kalau dapat). hehehehe
Sepertinya itu dulu deh, intinya banyakin googling, research sana-sini. Nanti kalau keinget sesuatu ya saya update lagi.

Monday, 28 May 2018

PEMBUATAN VISA JEPANG (2018)

Langkah awal dalam pembuatan VISA Jepang adalah dengan mengetahui wilayah yurisdiksi terlebih dahulu. Karena saya domisili di Pontianak maka pengajuan VISA dilakukan di Japan Visa Aplication Center (JVAC) yang terletak di Lotte Shopping Avenue lantai 4. Sepertinya repot dan ribet sekali harus ke Jakarta kan ya untuk mengurus dan mengambil kalau sudah jadi nanti. Dari hasil browsing sana sini ketemulah Dwidaya Tour (Mega Mall Pontianak samping Gramedia) yang bisa membantu dalam pengajuan Visa Jepang jadi tidak perlu kita ke Jakarta. Kita hanya menyiapkan data-datanya saja.

Lalu menentukan jenis type visa yang akan dibuat: source & souce2
  • Visa kunjungan sementara. Mengunjungi keluarga dan saudara, teman dan kenalan, liburan, kunjungan dari anggota keluarga Jepang yang tinggal di indonesia, bisnis (tidak ada penghargaan yang diterima) sampai 90 hari.
  • Visa Khusus (Studi / Pekerjaan / Pelatihan / Tinggal dalam jangka waktu tertentu. Kunjungan untuk: Belajar, pendaftaran sekolah, pelatihan, tinggal dengan keluarga, hiburan selama 90 hari atau bisnis.
  • Visa transit. Visa transit adalah visa untuk bepergian ke luar negeri untuk transit dengan penerbangan internasional, saat memasuki titik transit (Jepang) dan melewati area transit internasional (dalam 15 hari).
  • Visa Masuk Tunggal untuk tur kelompok tujuan bagi warga negara Indonesia. (Diatur oleh agen perjalanan yang ditunjuk)

Berikut syarat yang harus dilengkapi untuk pengajuan Visa Jepang:
  1. Paspor yang masih berlaku minimal 7 bulan
  2. Pas foto 4,5 x 4,5 sebanyak 2 lembar terbaru background putih. Foto nantinya akan ditempel di formulir, jadi tidak boleh distaples, tidak boleh pakai kaca mata/lensa contact, dan pundak harus kelihatan.
  3. Surat sponsor dari perusahaan (ini maksudnya bukan yang sponsorin duitnya yaa, tapi isinya bahwa perusahaan menjamin bahwa si pemohon visa pasti akan kembali ke Indonesia untuk bekerja lagi) (download surat sponsor format)
  4. Copy rekening tabungan 3 bulan terakhir dan saldo tidak boleh minus (tidak ada ketentuan saldo minimal harus berapa sih, asal ga minus aja rupanya)
  5. Print Out ticket (rute harus mulai dari Indonesia dan kembali ke Indonesia) print out bookingan ticket saja sih belum issued karena saya pikir ya kalau pengajuan visanya disetujui.
  6. Membuat jadwal perjalanan selama di Jepang (download itinerary)
  7. Mengisi formulir aplikasi dan tanda tangan formulir (download formulir aplikasi)
  8. Surat Ijin suami untuk istri yang berpergian sendiri + fotocopy KTP suami (karena saya tujuannya liburan dan mengunjungi suami yang sementara tinggal di Jepang maka saya lampirkan ID Cardnya yang beralamat di sana
  9. Fotocopy KTP, KK, Akte Nikah, akte lahir (anak) + ganti nama (jika ada)
  10. Fotocopy SIUP (jika pemilik perusahaan) atau jika ada pengundang dari perusahaan maka SIUP Pengundang dilampirkan (saya tetap membuat surat undangan yang mengundang suami saya, harus bertanda tangan/berstampel. saya rasa sebenernya ini jika perusahaan yang mengundang, bukan individu/personal(download invitation letter)
  11. Fotocopy Kartu Pelajar untuk anak/surat keterangan sekolah untuk yang mahasiswa
  12. Surat Izin orang tua untuk anak yang berpergian sendiri + copy KTP kedua orang tua
Catatan:
  • Jangan gunakan steples untuk menyatukan dokumen, gunakan clip kertas
  • Hanya gunakan kertas A4 untuk formulir aplikasi, itinerary, dan fotocopy2 syarat dokumen diatas.
Dari banyaknya syarat diatas saya hanya menyiapkan syarat nomor 1 s/d 10 dengan biaya sebesar Rp635.000,- (belum termasuk biaya untuk mengirim dokumen ke Jakarta dan pengiriman Visa yang sudah jadi untuk di kirim kembali ke Pontianak) untuk Visa Japan single entry (15 hari). Lama proses 7 hari (tergantung kedutaan).

Bagi pemegang e-passport mengajukan Visa Waiver (terdapat formulir khusus dan syaratnya paspor berlaku minimal 7 bulan + paspor lama). Biayanya Rp200.000,-.