yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Saturday, 6 January 2018

Sudah 4 tahun.

Beberapa hari yang lalu dapet notif dari kepegawaian kalau saya sudah 4 tahun masa kerja. Itu artinya sudah selama itu saya merantau jauh.
Saya merasa berhasil. Bukan mengenai materi. Melainkan mengenai mengalahkan ego yang luar biasa mencengkram ingin berontak, ingin kembali. Kembali ke zona nyaman, dimana segala keinginan, kebutuhan, kebahagiaan sangat mudah didapatkan.

"Yogyakarta, aku ingin kembali. Aku menyesal." Kurang lebih seperti itu disaat tahun pertama-kedua-atau disaat yang tiba2 datang suntuk-kesal-karena rindu akan riuhnya Jawa dan sekitarnya. Pernah suatu waktu saya kesal terhadap diri saya sendiri yang jumawa akan mencoba hal yang baru dan menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman, pergi sejauh2nya untuk bekerja. Melamar suatu pekerjaan yang didambakan orang tua serta keluarga. Saya kesal. Saya menangis sejadi2nya, dan menyalahkan diri sendiri yang keterlaluan. Bahkan saya kesal kepada orang yang mendukung saya hingga berbuat jauh sampai demikian ini.

Tapi kembali lagi, menghela nafas sepanjang2nya. Berulang2 kali. Dan saya kembali tenang. Dan obat saat itu hanyalah waktu. Hingga saya lupa kapan pada akhirnya saya dapat melewati masa itu. Tak banyak orang tahu. Semua orang hanya berbangga. Semua orang hanya menyoraki, "waah kamu, selamat ya..sudah jadi bla bla bla bla. Bisa merantau kesana..!" "Bapak ibumu pasti bangga". Ah banyak sekali pujian. Yang sebenarnya hanya membuat saya merasa aneh dan ragu apakah ini benar sesuai yang saya inginkan? Apakah benar jalan yang seperti ini?

Selain waktu, obat mujarab mengobati perasaan menyesal, kesal dan entah apa namanya (perasaan yang aneh sekali saat itu) yaitu dukungan Ibu. Doa ibu menguatkan. Sungguh.
Pada akhirnya saya menyadari semua keputusan yang saya ambil ada campur tangan Allah SWT di dalamnya. Yang artinya tidak ada yang sia-sia.
Saya hanya perlu menanti pelajaran apa, hikmah apa, hasil apa yang akan aku dapat nantinya.

Rupanya sudah 4 tahun, sudah terasah, saya merantau, saya pergi ya untuk pulang. Kalau rindu ya pulang. Bersenang-senang. Itu saja. Mudah.

Saya tak lagi menyesal. Semua ini terjadi agar saya lebih bersyukur akan rejeki materi, waktu/kesempatan, dan sehat. Lebih menghargai waktu disaat bertemu orang2 tersayang. Lebih mensyukuri nikmat pulang. Nikmat yang tiada tara yang selalu membuat tidak bisa tidur semalaman sebelum keberangkatan pulang ke Jogja.

Kesimpulannya, Jogja itu bahaya. Jogja itu akan membahayakan orang yang ada didalamnya. Kau sudah terbuai, merasa nikmat, lalu jumawa, merubah diri menjadi orang yang yakin bisa menguasai diri bahkan dunia (haha) kemudian tahu-tahu menantang diri sendiri untuk keluar. Keluar dari Jogja. Lalu seperti akuuu hehe. Hati-hati jika ke Jogja. Cukup2kan saja waktumu di Jogja, agar engkau bisa dan berkali2 merasakan hangat dan nikmatnya Jogja. Cukup2 kan saja. Singgah sebentar. Tapi lama juga tak apa. Asal kau mampu bersyukur dan menerima bahwa setiap keputusan yang kau ambil itu yang terbaik. Asal kau tak perlu menyombongkan diri bahwa kamu mampu padahal belum tentu. Itu kuncinya. Pegang erat. Genggam erat di hati saja. Jangan kau lepaskan. Jogja.

Kini, saya hampir berhasil. Hampir. Saya bangga sudah melalui 2014 hingga sekarang. Kadang saya senyum sendiri, menertawai diri sendiri, kagum dengan diri sendiri sudah sampai sejauh ini. Saya masih berlari. Masih. Hingga entah kapan itu. Garis finish menanti. Mari terus berjuang! Semangat!!

-Dari cerita 4 tahun merantau ke Pontianak hingga cerita mengenai Jogja.-

Monday, 1 January 2018

Waktu! #01012018

Ngomongin soal waktu, setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Setiap orang memiliki hak berupa waktu. Jangan sampai ya ngacauin waktu orang lain. Karena waktu itu berharga, sangat berharga, maka dari itu hargai waktu yang orang lain miliki.

❤❤❤