Friday, 20 December 2013

kapan kita berbincang?

"Hai, lagi dimana?"
"Tempat temen, kenapa?"
"Cuma nanya, sudah makan?"
"udah"
"oke.."


"Lagi ngapain?"
"bengong doang"
"sibuk ga? pengen ngobrol nih"
"em..besok2 aja deh gimana?
"oke deh"


"Haii..udah sarapan?"
"belom"
"lagi sibuk ya?"
"lumayan"
"oh ya udah, met kerja yaa"


"Makan malem belum?"
__________________


"Hai...kamu sibuk yaa, jgn lupa makan siang ya"
____________________________________


"Pagi, Sebenernya aku pengen ngobrol banyak sama kamu. Tapi sepertinya waktu kita untuk berbicara banyak tidak disini, tidak di dunia ini. Aku masih berharap, kesempatan kedua untuk berbincang masih ada dan mengenai waktu memang tiada yang tahu ya... kecuali Tuhan. Baik baik ya, maaf beberapa hari ini aku mengganggu kesibukanmu."
_______________________________________________________________________________

***
Hari berikutnya perempuan itu pasrah akan penyakit kronisnya. Sungguh, dia lelah jika harus menunggu yang tidak pasti di dunia ini. Keyakinan akan pertemuan "disana" menjadi lebih besar ketika perbincangan mulai terasa mahal harganya.

Mengenai laki-laki itu,
"Siang, maafkan atas mahalnya waktu ku untukmu. Diri ini bodoh telah mengabaikan. Mengabaikan apa yang akan menjadi manis dahulu sebelum datang pahit lalu kembali manis. Manis jika aku mau berbincang denganmu, pahit saat kau tinggalkanku, lalu kembali manis ketika tak ada penyesalan karena aku selalu mengabaikanmu. Maafkan. Dan baiklah, tunggu aku disana dengan kesempatan kedua tersebut."

0 comments:

Post a comment