Monday, 7 April 2014

mengubah atau menerima?

Siang siang gini enak kali ya ngomongin cinta-cintaan. Pasti seger ginii (eh iyaa samping atas ku AC). Dengan suhu udara yang hot di Pontianak ini mungkin kulitku bisa gosong terpanggang dan mengerut dengan berjalannya usia. Namun cintaku ke kamuu ga akan kok (eaaaa apa sih ni!). 


Oke ini pertanyaan buat kalian yang punya pacar, yang jomblo diem! Nyimak aja. Kalian berusaha mengubah sifat dan perilaku pacar kamu atau berusaha menerima apa adanya? Kan kata orang tuh (iya orang-orang, di ftv juga) cinta itu menerima apa adanya pasangan. Nah yang mesti diperjelas nih "menerima" dalam hal apanya dulu?? Kekurangan? Sifat buruk? atau gimana? 

Lagian baru pacaran g ada hak buat merombak sifat pacarnya yaak?? *mikir sendiri* (loe siapaaa??!). Terus apa iya, klo pacar kamu punya sifat buruk atau kekurangan yang seharusnya dan sebaiknya bisa dirubah tapi kok didiemin aja, diterima apa adanya aja?? 

Kalau aku sih mau sibukin diri buat berubah semakin baik aja, toh ntar bakal dapet yang baik-baik kan. Atau bisa jadi pacar aku yang baik ini jadi jauuuuuuuuuhh lebih ganteng *eh baik maksudnya* klo aku makin hari makin baik sifat dan perilakunya (ngakak guling guling). I love youuu, pacar.

Ada opini untuk paragraf ke 1-3???

6 comments:

Jodoh nggak disangka-sangka, bukan jodoh tentang pacar tapi yang lain-lain juga, kalo misal jodoh bisa disangka bukan takdir namanya.

Aku mau komentar ah,

Pertama, ya kita harus menerima dulu pasangan apa adanya. Kan kita ketemu dia pertama kali juga menerima dia apa adanya kan?

Nah, setelah lama bareng pasangan, tentu kita tahu kekurangan dan kelebihan dia kan? Kalau memang ada kekurangan dia yang kita rasa tidak baik bila tetap ada, ya kita usahakan untuk mengubahnya.

Tapi mengubah kekurangan pasangan itu juga harus mempertimbangankan pribadi si pasangan lho? Apakah dia bisa menerima jika kita ingin dia berubah? Apakah kita terima bila pasangan hanya berubah sedikit atau malah tidak berubah sama sekali?

Oleh karena itu, yang terpenting bukan tentang menerima atau mengubah, tetapi selalu sabar dalam menjalin hubungan dengan pasangan.

Waa iyaa. Terima kasih koreksinyaa \(ˆ▽ˆ)/

Iya itu benar. Tapi topik yg saya tanyakan bukan ituu kan? Heheee

Cucok deh ini komentarnya. Ngejawab banget. Terima kasiiih :)

Post a Comment