Tuesday, 12 August 2014

Hujan yang dirindukan

Dulu aku sangat membenci hujan. Ada rasa gerah pada awal kemunculannya. Kemudian gelap, banyak acara yang kemudian harus dipending, bikin males keluar, bahkan aku harus mematikan semua listrik termasuk tv jika di rumah. Itu perintah Bapak yang katanya bisa disamber petir listriknya. Iya ajaa.

Tapi semenjak aku tinggal di Pontianak aku sangat menghargai apa itu hujan. Hujan adalah anugerah terindah ketika aku di Pontianak. Disini panas (Kota Khatulistiwa). Panasnya beda seperti yang aku rasain di kota panas lainnya seperti Surabaya dan Kupang.
Yang paling fatal jika kemarau disini adalah sulitnya air bersih, dan udara makin tidak sejuk. Dari situlah aku mulai menantikan hujan turun. Bau basahnya, dinginnya, suara airnya, sungguh membahagiakan sekali.

Allah Maha Asyik. Dia menciptakan keadaan yang berbeda-beda pada setiap daerah. Dari situlah manusia akan belajar menghargai apa yang Allah berikan di muka bumi, yaitu hujan.

Terima kasih, Kau telah menempatkanku di suatu daerah yang membuat aku belajar banyak hal, menghargai perbedaan ciptaan-ciptaan Mu misalnya.

Pontianak, luar biasa. :)

5 comments:

pada dasarnya hujan itu berkah, dimana saja pasti membahagiakan :D

Hujan itu bisa jadi inspirasi menulis juga mbak..hehe :D

Lo masuk nominasi the liebster award dari gue. Cek ya! :) -> http://komedi-romantis.blogspot.com/2014/08/the-liebster-award.html

iyaa kalau hujan turun di daerah yang biasa turun hujan membuat kita jadi benci hujan karna semmua acara bisa pending gara-gara ujan ..

Post a comment