Monday, 11 August 2014

Yang jauh yang rindu

Aku masih ingat betapa senangnya ketika menggenggam tiket PON-JOG di tangan

Aku masih ingat betapa deg-deg-an nya aku ketika akan ada suatu acara yang memungkinkan aku mengundurkan niatku berlebaran di rumah bersama keluarga
Aku masih ingat betapa pedih, perih, sakitnya dan ah--tak bisa aku lukiskan dengan kata-kata ketika berhadapan dengan kenyataan bahwa "Lek Luqman" -adeknya Ibu- telah menghadap kepada-Nya
Saat itu, lemas, bumi runtuh. tidak, lebih dari itu. Beliau, salah seorang yang memberi support luar biasa ke aku dalam berbagai hal. Dia sangat menyanyangi Ibuku, serta anak-anaknya. Lebih dari cerita ini, dia adalah yang menjadi salah satu orang yang sangat ingin aku temui sepulang dari Pontianak, lebaran tahun ini.
Aku masih ingat bagaimana rasanya aku memaki Lek Luqman "kenapa kau tak ingin menungguku? seminggu lagi aku pulang!!!!"
Aku masih ingat betapa leganya bahwa bisa aku pastikan aku pulang tanpa harus mengikuti acara tersebut
Aku masih ingat betapa lucunya yang terjadi pada diriku di H-1 kepulanganku, sangat lucu. :)
Aku masih ingat betapa lamanya jarum jam bergerak di hari itu
Aku masih ingat bagaimana rasanya aku duduk di pesawat waktu itu, terlelap sebentar, berharap waktu berasa cepat dan tiba-tiba sudah landing di Kota Gudeg.
Aku masih ingat betapa...............bahagianya bertemu dengan kakakku, adekku, serta salah satu anak dari Lek Luqman berdiri menyambutku di pintu kedatangan. 
Aku masih ingat betapa serunya di dalam mobil, perjalanan menuju Klaten, rumah. Menuju kedua orang tuaku yang sudah menyiapkan soto panas pesananku. Hehee.
aku masih sangat ingat, ketika itu Ibu sudah menungguku di tepi jalan depan rumah.
Dan aku masih sangat itu, dekapan, pelukan erat nan hangat Ibu Bapakku. 

Aku masih ingat, bahkan tak kan berniat melupakannya. Itu membuat rindu yang kemudian menjadikanku seorang anak yang akan terus berusaha sekuat tenaga menjali apa saja yang sudah digariskan oleh-Nya, demi mereka...keluarga.

Satu hal yang dapat kita pelajari disini adalah jadikan suatu kerinduan sebagai hal yang membuat kita menjadi pribadi yang baik untuk orang yang kita rindukan. Kelak pertemuan akan datang, dan kita bisa bicarakan semua hal yang kita dapat kepada mereka. Entah suka ataupun duka, mereka menerima. Kemudian jika memang ada suatu pertemuan yang entah kapan datangnya dikarenakan sudah mendahului kita menghadap-Nya, ceritakan semua kebahagian kita melalui Al Fatihah dan beberapa doa terbaik kita untuknya.

Ibu dan Lek Luqman (in memoriam)





0 comments:

Post a comment