Wednesday, 10 September 2014

memaafkan untuk sebuah fitnah

bagaimana hubungan antara memafkan dengan ikhlas? erat sekali sepertinya. keduanya jika diucapkan rasanya mudah. 

semudah itu kah?

aku rasa, justru itu membuat seseorang bisa diartikan belum bisa memaafkan sekaligus ikhlas jika mampu mengucapkannya dalam lisan. hatinya? jangan tanya.

terlebih untuk sebuah tuduhan atau fitnah atas apa yang sebenarnya kita sudah benar. sakit? iya. untuk membuat hati kita lebih tenang adalah dengan ikhlas dan memaafkannya

bagaimana caranya??

0 comments:

Post a comment