Saturday, 24 December 2016

Menikah (2)

"calon manten dipingit, ndak bole ketemuan"

Awalnya kayak yaah itu sih tradisi doang tanpa memikirkan apa manfaat yg dapat diambil dari kegiatan pingitan.

Dan sekarang aku mulai menyadari betapa pentingnya pingitan.
Tahu ga sih betapa "ada-ada-aja" masalah yang bikin calon manten berantem, mulai dari hal sepele yang bisa aja bikin naik darah. Kalau saja calon manten bisa bebas bertemu hingga hari pernikahan, perang dunia ketiga keempat kelima mungkin terjadi.

Yang kita sendiri adalah pelaku LDR rasa2nya akan terjauh dari hal2 tersebut karena yaa secara otomatis udah kepingit karena ga bisa ketemu.

Tapiiiii...

Tetap saja. Komunikasi jarak jauh tetap saja menimbulkan polemik. Bawaanya uring-uringan, hal sepele yang yaaa siapa sih yang ga mau acara pernikahannya nanti sempurna sesuai yang diharapkan?

Dan menyatukan 2 otak manusia itu luar biasa kerja kerasnya. Aku maunya begitu, tapi mas cukup begini aja. Aku maunya begini, tapi dengan berat hati mas nurutinnya. Ada. Dan aku merasakannya.

Banyak hal. Maka selain dipingit untuk tdk saling bertemu, dipingit untuk tidak saling berkomunikasi juga perlu sepertinya. Biar lewat perantara pihak ketiga aja komunikasinya, bisa lewat ibu atau saudara kandung. Heheee

But, so far so good. Saling mengerti dan memahami adat istiadat dan kebiasaan masing2 itu cukup.

-shifa kepada shifa yang lagi pms.

0 comments:

Post a comment