yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Sunday, 9 October 2016

Kenapa pulang terus?

Sebenarnya tidak terlalu penting untuk menulis postingan ini. Awalnya terlalu mahal waktu saya untuk menulis ini. Makin kesini makin risih juga mendengar pertanyaan bernada sok tahu dan menghakimi. Dari orang yang ga kenal dekat dengan saya bahkan orang yang dekat dengan saya, dari orang yang sksd sampai2 orang yang ga kenal tapi ikut2an. Menepis semua pertanyaan dan pikiran orang-orang sok tahu di luar sana pada akhirnya saya harus rela menyediakan waktu saya untuk mengutarakan apa yang terjadi sebenarnya.

"Kamu tu sering banget ya pulang"
"Kamu udah keseringan banget pulang"
"Ngapain sih kamu pulang terus, ga nabung apa?"
"Kamu tu ga niat kerja ya di ptk?"
"Banyak ih duitnya"
Bla bla bla blah

Sepele sih kalimatnya, tapi nadanya, intonasinya itu yang ga ngenakin bahkan nyakitin perasaan saya.

Sok tahu. Ngejudge.

Pertama, saya adalah seorang anak perempuan.
Saya punya hak dan kewajiban menjenguk orang tua saya.
"Kenapa ngga orang tuanya aja diajak ke Pontianak?"
Yang tahu kondisi orang tua saya adalah saya sendiri, anaknya. Orang tua saya tipikal orang rumahan yang kurang suka berpergian jauh bahkan pindah tinggal. Mereka lebih nyaman dan bahagia di rumahnya. Dan diusianya sekarang, capek karena berpergian bisa bikin sakit.

Kedua, orang tua saya di dunia ini tinggal Ibu saja. Praktis, saya lebih dan lebih lagi mencurahkan segala perhatian saya kepada ibu saya dengan membuatnya dia tidak terlalu kesepian dan didera rindu yang berlebihan yaitu dengan lebih sering pulang ke rumah untuk mengunjunginya. Dan ibu sangat berbahagia sekali saya pulang ke rumah.

Ketiga, sebagai reward diri saya sendiri. Saya bekerja, saya lelah bekerja. Senin hingga jumat, belum sampai disitu, masih banyak pekerjaan lain yang saya lakukan disamping sebagai orang kantoran. Saya berhak membuat saya bahagia, yaitu melihat ibu, keluarga, dan teman2 dekat saya bahagia bertemu saya, dengan cara "saya pulang ke rumah".

Keempat, saya adalah manusia biasa. Saya bekerja untuk keluarga dan saya sendiri. Saya mencukupi kebutuhan saya sendiri. Kini, ibu dan adik menjadi tanggung jawab saya juga. Mungkin bisa saja cukup dengan mengirim uang kepada ibu. Tapi ibu tak begitu butuh itu. Dan saya ingin lebih dari itu. Pulang dan berkumpul. Tidur bersama, makan bersama, bercanda di ruang tv rumah. Itu yang kami butuhkan. Untuk materi, itu plusnya.

Perlu kalian ketahui, semua materi yang saya keluarkan sudah saya perhitungkan, untuk hal mendesak sekalipun jika untuk keluarga saya tak perlu berpikir keras untuk mengeluarkan rupiah. Demi mereka dan saya sendiri tentunya.

Saya ngga nabung? Masa depan? Itu Allah SWT sudah mengatur, bukankah membahagiakan orang tua sama saja mempermudah rejeki anak? Ridho mereka menyertai saya, saya tidak pernah merasa kekurangan dan takut akan finansial masa depan saya. Saya terlalu sibuk bersyukur, alhamdulillah.
Tentu saja saya menabung. Selain itu juga saya "prihatin". Saya benar2 menahan diri untuk membelanjakan uang sekiranya saya tidak butuh barang itu. Atau berpergian tanpa mereka disini, saya kurang suka, saya sama sekali ga tertarik pergi ke luar negeri atau apalah itu. Rugi? Haha! (Ngakak aja dibatin)

Padahal saya sukanya jalan2 nggembel, wisata alam, klaten jogja aja belum puas. (Ngakak dibatin)

Bahkan, "kamu udah pernah belum ngajak ibu kamu jalan2, seneng2? Ajak aja ikutan."
Yang jadi anaknya siapa sih kok sok tahu banget. Ibu saya tidak suka berpergian jauh, jalan2 seperti itu. Sangat tidak suka! Saya lebih mengenal beliau karena beliau adalah ibu kandung saya. Dan tenang saja, kami sudah ada rencana untuk keluar negeri bareng, beribadah dan jalan2 sekalian. Calm down!
-------------------------------------------------------------------
Saya terlalu sibuk bersyukur sampai2 saya tak pernah ambil pusing mengeluarkan uang untuk sekedar pergi ke Jogja, Klaten atau bahkan ke Jakarta bertemu orang2 yang saya sayangi. Dan tentu saja saya sangat bahagia!

Semua uang saya, semua hasil dari jerih payah saya, gaji pegawai, honor kasih les akuntansi, honor jasa penyelesaian soal akuntansi, nulis, review produk dsb. Itu semua bukan uang anda, jadi jangan repot2 ngurusin tingkah polah saya ya. Nanti capek. 😂😂😂😂😂😂

Sekali lagi, saya berbahagia dengan cara saya bukan cara kalian.

Akhir kata, terima kasih sudah perhatian sama saya, terima kasih banyak ya. 😃

Tuesday, 20 September 2016

Kepada gerimis

Kepada gerimis di sore hari, tetaplah setia. Setia tanpa diharap kembali. Teruslah membasahi perlahan setiap relung yang merindu.
Merindu yang tak pernah kian surut, seperti layaknya gerimis yang membuat manusia terus menerka kapan berakhir atau bahkan justru akan deras.

My "amazing" 25

Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT yang masih memberi umur hingga saat ini.

25. Seperempat abad. Dan dewasa.
Dimana ego harus sudah saatnya diperangi.
Dimana keinginan harus dinomor duakan dan kebutuhan menjadi prioritas.
Teori? Setidaknya harus sudah ada diniatin. Jahat sekali diri ini kalau sampai mengesampingkan hal-hal untuk masa depan.

Tetapi, diri sendiri butuh dibahagiakan. Semua harus sejalan. Semua harus seimbang. Aku memeras keringat itu tandanya harus merasa lebih berbahagia -reward utk diri sendiri.

Aku pantas berbahagia. Aku pantas mendapatkan apa yang aku butuhkan. Kebahagiaan.

Kebahagiaan seperti apa?
Bertemu dengan orang2 yang saya sayangi dan cintai, keluarga, sahabat, pacar.

Berkumpul, berbincang, makan bersama, hanya itu2 saja, hanya sesederhana itu. Tapi kalian harus percaya, itulah kebahagiaanku.

Jangan tanya apakah mereka yang kutemui juga ikut berbahagia. Tentu. Mereka sangat berbahagia. Bukan besar kepala, tapi kalian harus percaya bahwa itulah kenyataannya.

25. Saya masih punya mimpi. Dan semakin tumbuh. Perlu kalian tahu, kalian tidak perlu mengaturku. Tak perlu repot mengomentari apa saja cita2ku.

Mengenai kehilangan, 20 September kali ini saya masih merasa kehilangan.
Laki-laki, cinta pertama saya, bapak saya, sudah pulang menghadap ke Allah SWT. Rasanya pincang, di tahun sebelumnya masih ada doa Bapak dan Ibu, tapi kali ini hanya doa Ibu yang saya percaya betapa dahsyatnya doa Ibu.

Bapak, coba lihat putrimu, sudah 25, semakin dekat bukan?

Aku rindu.
-------------------------------------------------------------------

Sudah 25
Maaf untuk segala kesalahan di 25 tahun kebelakang. Maafkan.

Sudah 25
Semoga hal baik tercurah untuk diri ini. Semoga yang buruk pergi berlari menjauh dari diri ini.
Semoga semua doa2 baik dari para teman, keluarga, dan yang lainnya diijabah oleh Allah SWT.
Saya tahu, doa kalian tak jauh dari untuk segera menikah. Saya aminkan dan berterima kasih sekali.

Namun, masih ada ganjalan, hati ini masih retak, patah hati dan masih banyak hal lainnya yang ada baiknya untuk menunggu waktu yang tepat.
Hal itu merupakan ibadah maka akan saya pikirkan matang2.

Doakan saja.

Terima kasih.

Tuesday, 2 August 2016

Selalu salah

Apapun itu aku yang salah
Apapun itu perkataanku salah
Apapun itu sikapku salah
Apapun itu perasaanku salah
Apapun itu logikaku salah
Apapun itu pemikiranku salah
Apapun itu pendapatku salah
Apapun itu pertanyaanku salah
Apapun itu jawabanku salah

Semua salah.

Sedih?
Bingung?
Jangan tanya.

Wednesday, 27 July 2016

Apa yang saya dapat dari blog?

Banyak pertanyaan dari sekitar mengenai blog ini. Yang paling sering adalah "apa sih yang saya dapat dari blog?"
Jawabannya adalah banyak. Materi maupun non materiil, langsung maupun tidak langsung.
Dari ngeblog gini aku bebas ngungkapin perasaan, ngoceh-ngoceh ngga jelas, posting foto sekaligus deskripsiin foto2nya. Dari foto makanan, foto dari jalan-jalan, foto apa aja. Yang pasti memori tersimpan awet buat anak cucu nanti, yang pasti ada bahan untuk hahahihi kalau ngga ada kerjaan bisa baca ulang postingan-postingal lama.

Berkat blog ini pula usaha fenomenal saya berkembang pesat hingga sekarang seperti Jasa penyelesaian Tugas Akuntansi dan Les privat Akuntansi Jogja yang sekarang rada tersendat karena keterbatasan tentor akuntansi dan waktu pribadi, hehe.

Hingga saat ini populer post (all time) jatuh ke postingan tersebut. Pencarian jasa les akuntansi sangatlah banyak. Hasil teratas dari pencarian  di Google jatuh kepada blog ini. Dan itu sangat menguntungkan bagi saya secara materi, pendapatan dari ngasih les akuntansi. Alhamdulillah.

Hal lain yang bisa saya dapatkan adalah betapa bahagianya ketika orang bisa mengambil pengetahuan baru melalui info2 yang terdapat dari blog ini. Sepele apapun itu rasanya kalau ada yang mampir ke blog dan baca postingan blog ini, sungguh membahagiakan. Ini serius. 

Dan masih banyak hal lagi yang lain.

Jadi, masih ada yang mau menyepelekan blogger?