yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Sunday, 2 March 2014

Kangen tapi gengsi

Pernah ngrasain kangen ga? pernah ga?! rasanya gimana? gimana? jelasin ga? jelasin!! (nanya sambil nodong pisau dapur).


Ngeri banget ya kalimat pembukanya. itu pertanyaan aku tujuin buat para cowok-cowok yang rada kurang peka atau udah tahu lagi dikangenin tapi malah sok cool doang. Sebelumnya percayalah, ini postingan paling nge-hek banget deh.

Emang susah jadi perempuan tu, serba salah jadi orang. Di satu sisi mesti jaim, di satu sisi juga perasaan rasanya ngga karuan karena 'kangen' itu. Lebih ancur lagi kalau udah mengorbankan harga dirinya untuk bilang ke orang yang dikangenin, eh itu orang cuek banget. Kesannya ngga peduli, kesannya malah jadi GR banget udah dikangenin. 

Sebenernya perempuan punya prinsip, "ngapain mesti ngangenin orang yang belum tentu kangen juga sama kita". Itu sih teori doang kan ya gaees?? ya kan gaaaeess?? ya kaaan??!! Tetep deh, kita para perempuan ngga mungkin secuek itu sama perasaan sendiri. Salahnya cowok juga sih, jadi orang tuh mbok ya peka, mbok ya menghargai perasaan perempuan. (halah bahasanya)

*Shifa, perempuan 22 tahun, yang lagi kangen.

#Note: Kalau pacar baca ini, jangan ge-er

Sunday, 9 February 2014

Moved to Pontianak (2)

2 Februari 2014

Aku tidak terlalu dipusingkan dengan hal yang aku namakan "hari pertama hidup sendiri di Pontianak". Aku pindahan sore hari, sudah berbekal makan malam dari Bulek. Hehe. Hari sebelumnya pun aku sudah berbelanja beberapa barang seperti aqua galon, magic com, beberapa bahan makanan, cemilan.

Malam harinya aku mulai bergerilya mencari mangsa untuk menemaniku ngobrol sampe bener-bener tidur. Tahulah ya, kalau aku nge-kos, sendiri, harus ada rame-ramenya kayak nyalain tv. Ini kan aku belum ada tv. Dan mangsa itu adalah pacar saya. Haha! Entah nelpon hingga pukul berapa, yang pasti tiba-tiba saja sudah pagi.

Pagi pertama di kos'an. Diluar berkabut, asap, debu. Dengar-dengar akibat pembakaran hutan. Serem ya, polusi banget.

Aku mulai keluar kos, jalan-jalan, beli makan. Dan luar biasa!! Harganya, sempet bikin lemes ini lutut. Dompet pun ikut lesu. Hfft. Aku mulai mengeluh dengan keluarga di Klaten. Disini mahalnya minta ampun, dan bla bla bla. Mereka pun menyemangatiku, tidak apa-apa, wajar. Mau tidak mau aku harus berhemat. Mungkin aku belum nemu warung makan yang sesuai harganya, yang rada miring, haha.

Bener kata orang, dapetin duit di Kalimantan emang gampang. Tapi gampang juga habisnya kalau ngga pinter saving! Nah loh! 
Akhirnya prinsip ini muncul dalam benak, 
Di sini, di Pontianak ini bukan tempatnya aku foya-foya. Ini tempatku bekerja mencari uang. Nanti foya-foya kalau pulang ke Jawa. Nabung gaeeess!!
Moga aja prinsipnya terealisasi ya. Harus! 

Moved to Pontianak (1)

Postingan ini lebih spesifik lagi dari postingan sebelumnya yang berjudul pindahan. Disini aku bakal lebih mengulas mengenai suka duka awal hidupku di Kota Pontianak.


Dimulai dari tanggal 2 Februari 2014 aku hidup sendiri, mandiri, alias nge-kos. Kira-kira satu minggu sebelumnya aku sudah dibuat pusing dalam hal mencari tempat kos di sekitaran Kantor Walikota Pontianak. Aku memang memilih tempat tinggal dekat dengan kantorku bekerja. Bisa jalan kaki, hemat. Terlebih aku belum memiliki kendaraan pribadi. Sesuai rencana motor di Klaten akan dijual, lalu aku belikan motor bekas disini yang kata orang-orang murah disini. 

Diantar sepupu, aku mulai mengitari sebuah pemukiman di belakang kantor walikota. Tanya, tanya, dan tanya. Aku melalu terperangah, terperanjat, terkaget-kaget, entah apalagi istilahnya, melihat kondisi kos'an yang aku temui begitu kumuh (padahal di kota), bebas (putra-putri) dan tentunya sangat mahal. Dijogja saja 200rban sudah dapet bagus ya. Tapi tidak disini, kos bebas dan kumuh saja 300rban. Aku sempat lemas dibuatnya. Bagaimana aku bisa tinggal dan hidup dalam keadaan lingkungan seperti ini??

Sudah lelah mencari, hari semakin terik. Pada akhirnya aku menemukan kos yang lebih ekslusif. Baik, saya jelaskan dulu. Exclusive disini tak se-exclusive di Jogja ya. Kos'an ini lumayan berbentuk kos'an tidak seperti rumah-rumah kumuh yang saya jumpai sebelumnya. Terdiri 18 kamar, 2 lantai. Sebagian besar ber-AC. Menurut info dari tetangga kos ini, kamar non AC 500rban. What?!!! Oke, aku putuskan untuk pulang. Toh si pengelola sedang tidak di tempat. Aku berpikir tak perlu terburu-buru. Mungkin ada yang lebih murah tapi tetap bagus. 

Semakin mendekati hari H kerja dan adanya perasaan ngga enak kalau hidup numpang om dan bulek, aku putuskan untuk mendatangi kembali kos tersebut, bertemu dengan pengelolanya, dan DEAL! Kamar mini ukuran 3x3 isi springbed, almari+kaca (lumayan besar), kipas angin dinding yang besar, free listrik dan air deal dengan harga 550.000/bln. 

Oke, mungkin ini sudah harga yang wajar. "Ini Kalimantan, bukan Jawa.", gumamku menyadarkan diriku sendiri yang mungkin lupa akan keadaan sekarang. Sedikit nilai plus, tempat ini lebih nyaman lagi karena hampir semua penghuni kos orang rantauan dari Jawa. Berasa tetanggaannya gampang lah ya adaptasinya. Pengelolanya pun ramah. Alhamdulillah.



Monday, 3 February 2014

Pindahan (7)

Malem kedua di kosan udah kenal sama beberapa anak kos. Alhamdulillah, masih orang-orang Jawa. hahaha. Tapi tetep ya walaupun mereka sama merantau dari jauh, masih kaget aja aku dateng jauh-jauh dari Jawa juga. "Ya ampun dek jauh-jauh kesini", "lha mbak juga kesini, hehee".


Alhamdulillah..so far so good, mereka ramah-ramah. Dan aku dapet 2 coklat. Ceritanya dia habis dari Kuching. Malaysia bukan ya? Iya kali ya. 



Well, thanks God.. thanks for this place.

Pindahan (6)

Setiba di Pontianak belum berarti aku sudah sepenuhnya pindahan. Aku masih harus bersibuk ria menata hati sekaligus mencari tempat untuk tinggal. Walau ada Om dan tante disini, bukan berarti aku harus merepotkan mereka dengan menampungku. Aku harus mandiri. 

Dua minggu tinggal bersama om, dan di Februari ini aku mulai nge-kos lagi. Yeah! Itu artinya, aku pindahan (lagi).

masih berantakan \o/

Merantau tahun ini sungguh berbeda dengan merantau hanya Klaten ke Jogja, tentu. Perlu ribuan adaptasi yang harus aku lakukan. Dari tingginya biaya hidup, sifat dan perilaku orang sini, makanannya, dsb. Aku memulai dari NOL. Di kamar mini ini (saking sempitnya, lebih sempit dari kos di Jogja) aku akan buat senyaman mungkin. Semua bakal aku buat jadi 'like home' banget, walaupun mustahil sih. 

Betapa luar biasa aku ini, menata dalam segala hal yang berbentuk pindahan ini. Memuji diri sendiri sekali-kali boleh lah yaa..hehe.