yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Wednesday, 11 November 2015

Prioritas

Semua orang memiliki ragam kegiatan yang akan mereka lakukan setiap harinya. Akan tetapi keadaan dan kebutuhan membuat kita harus membuat prioritas yang mana saja yang harus dilakukan terlebih dahulu, mengingat hal itu lebih mendesak untuk segera dilakukan.

Untuk seorang pelajar, mungkin belum terlalu beragam kegiatannya. Hal yang paling prioritas bisa ditentukan yaitu bersekolah, belajar, mengerjakan tugas, disusul dengan "me time" nya berupa main kumpul sama teman-temannya.

Namun untuk yang sudah bekerja, kegiatan mulai beragam, disamping pekerjaan yang didesak deadline (bahkan beberapa tugas pekerjaan dengan deadline yang bersamaan), tentu cukup membuat kita pusing bukan? Disitulah kita harus membuat skala prioritas. Mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, output mana yang lebih dibutuhkan? Kita harus pintar menimbang-nimbang mana yang paling mendesak karena penting.

selain dipusingkan dengan penentuan prioritas pengerjaan tugas kantor sepertii diatas, kita juga harus menyisipkan "me time" untuk kita. itu penting. Dapat dijadikan sebagai ajang menghibur dan menyergarkan diri serta pikiran atas pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan. Tentunya "me time" ini dilakukan jika prioritas tertinggi sudah selesai dilakukan.

Aku sering mendengar mengenai "reward untuk diri sendiri". Aku pikir-pikir itu memang perlu sesekali kita lakukan, mengenang apa yang kita lakukan cukup menguras tenaga dan pikiran kita. Kita perlu memanjakan diri sekali waktu. Seperti memberikan diri kita sendiri berupa baju, tas, atau spa, bisa bermacam2 hal tergantung hobi dan apa yang sedang kita inginkan. Namun masih dalam tahap wajar, dalam artiaan kita mampu memenuhinya.

Setelah me time tersebut kita lakukan, kita mulai dapat menyusun kembali prioritas-prioritas apa saja yang akan kita lakukan. Penyusunan skala prioritas yang baik dan tepat dapat menunjang keberhasilan kita dalam bekerja. 

SEMANGAT!

Monday, 28 September 2015

LOWONGAN KERJA TENTOR LES (Part Time)

Lowongan Kerja (Part time) Tentor / Guru Les Privat SMA/SMK/KULIAH YOGYAKARTA
Dibutuhkan Tenaga Pengajar / Tentor / Guru Les Privat dengan Syarat :
  1. Pria/Wanita lulus SMK Akuntansi, S1/D3 Akuntansi atau mahasiswa minimal semester III (tiga) Jurusan Akuntansi. (DIUTAMAKAN MAHASISWA AKTIF)
  2. Diutamakan memiliki kendaraan sendiri dan No.HP
  3. Jujur, Ulet, Komunikatif, dan Bertanggung jawab
  4. Berpenampilan rapi dan bersikap sopan.
  5. Menguasai :
    • Persamaan Dasar Akuntansi (wajib)
    • Akuntansi Pengantar (wajib)
    • Akuntansi Perusahaan Dagang (wajib), Jasa (wajib), dan Manufaktur
    • Akuntansi Keuangan 

Cara Pendaftaran :
  1. Ketik : Lamaran#Nama#Alamat Tinggal#Perguruan Tinggi#Materi yang dikuasai. Contoh : Lamaran#Dewi Susanti#Jalan Seturan No. 4#UGM#PDA, AP, APD. Kirim SMS ke : 085712688644
  2. Kirim Lamaran dengan melampirkan:
    • Daftar riwayat hidup, format klik ---> Biodata
    • Fotocopy KTP/SIM dan KTM yang masih berlaku
    • Fotocopy Transkip Nilai terakhir
    • Pas foto 4x6 warna 2 lembar

Lamaran dibawa langsung ke :

Sunday, 27 September 2015

Bagaimana?

Aku ingin bertanya, bagaimana bahagia itu diciptakan?

Sering mendengar, "manusia boleh berkehendak tetapi Allah lah yang menentukan"?
Manusia sendiri yang menciptakan kebahagiaannya namun  tetap ada campur tangan Tuhan didalamnya.

Tetapi bagaimana jika ketentuan Allah bukanlah kebahagiaan yang kita cari?

Saturday, 19 September 2015

Membakar Harapan

Kamu, kalian pemilik ladang, pemilik ladang pekerjaan banyak orang seketika membakar ribuan harapan para pencari tujuan.
Kamu, kalian pemilik lapangan pekerjaan, penyumbang sumber daya alam, seketika membakar jutaan hak para pemilik hak.
Kamu, kalian pemilik kerakusan, merampas jutaan ilmu, hak para siswa, membakar seluruh harapan untuk mencapai tujuan.

Suatu sore, di Bandar Udara.
Kursi penuh. Ratusan orang duduk di lantai, mereka sedang tidak bersantai. Mereka sedang sibuk mengontrol kesabaran dan emosi. Mereka sedang sibuk mengabari orang yang sedang menunggunya di suatu tempat, di jauh sana.
Tak sedikit para Ibu menenangkan anaknya yang mungkin sudah sangat bosan. Bahkan tangisan seorang anak saja dapat memicu emosi anak-anak lainnya. Suasana sangat tidak nyaman bagi mereka para balita yang tak tahu apa yang sedang terjadi.
Ayahnya mondar-mandir mencari informasi keberangkatan, namun selalu nihil.

Sudah 12 jam menunggu hingga malam, lalu terbang menggapai tujuan, ada.
Sudah mengganti jadwal penerbangan dari pembatalan hari sebelumnya namun tetap belum diberangkatkan, ada.
Sudah 10 jam menunggu hingga malam, namun pada akhirnya penerbangan dibatalkan pun ada.

Ribuan orang menunggu di jauh sana.
Ribuan acara menunggu di jauh sana.
Harapan, tujuan, kebahagiaan, menunggu di jauh sana.
Dan waktu tak bisa diperlambat, tak dapat diputar ulang.
Menunggu adalah yang paling tepat.

Semua karena apa?
Keegoisan, keserakahan, dan ketidakpedulian!

Terima kasih untuk para pencipta asap jahanam ini.
Terima kasih atas segala ketidakpedulian kalian terhadap hak kami.
Terima kasih untuk orang-orang yang memanfaatkan kekuasaannya secara haram.
Terima kasih kalian sudah membakar segala harapan kami disini dan di jauh sana.
Selamat, kalian sedang menafkahi keluarga kalian dengan barang yang didapat diatas penderitaan jutaan orang.

Ketahuilah, kalian sedang membuat bara api untuk neraka kalian sendiri!
Selamat!

Tuesday, 21 April 2015

Alhamdulillah

Hai hai, lama tidak membuat postingan baru. *tiup2 debu dan jaring laba2*

Postingan kali ini aku tunjukan sebagai memoar rasa syukur yang semoga teman2 dapat mengambil hal positif dari postingan berikut.

Bersyukur. Sesederhana berucap Alhamdulillah? Tidak.

Aku sedang bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan untukku. Semua nikmat hingga bertangis2 di dua rakaat sepertiga malamku.
Nikmat atas tak mampunya mendekat secara raga dengan kedua orang tuaku dan saudara2ku. Nikmat atas pengabdian terhadap suatu pekerjaan sekaligus ibadah dan berbakti kepada orang tuaku.

Tahu kah kalian, aku bekerja di kantor kemudian lepas maghrib hingga hampir tengah malam mengajar les ke alamat yang belum pernah aku kunjungi.  Separah itu kah aku mencari uang? Tidak. Ini wujud kecintaanku atas apa yang aku terima selama kuliah 3,5 tahun. Bapak dan Ibu pernah bilang, jangan biarkan ilmumu memudar sia2.

Aku bukan dari keluarga kaya, Bapak sekarang sudah harus beristirahat di rumah, Ibu pegawai swasta yang bulan lalu sdh pensiun. Tapi alhamdulillah kita berkecukupan selalu. Dan adekku masih bersekolah di SMK. Apakah aku bekerja sekeras itu karena hal itu? Tidak.

Lalu?
Aku hanya berusaha menyisihkan sebagian untuk masa depanku dan sebagian untuk mereka orang2 tercinta (keluarga). Aku tak pernah butuh banyak dan Ibu tak pernah menuntut materi lebih dari aku. Justru Ibu masih saja menanyakan berapa uang peganganku dan cukup tidak untuk sehari2. Ya..masih sama seperti waktu kuliah.

Bapak sakit dan sudah beberapa hari opname di rumah sakit, Ibu tak memberi kabar mengenai hal itu hingga weekend tiba. Tak mau anaknya yg jauh bersedih? Ya.
Nangis? Tentu. Marah? Ya. Apa wujud bakti seorang anak selain menyentuh raga seperti memijatnya atau menyuapinya? Doa. Aku hanya mampu menyisipkan dzikir dan menyebut Asma Allah dalam setiap nafas dan diamku walaupun dalam posisi bekerja. Baru di sepertiga malamnya aku menangis sejadi2nya diatas sajadah dan mengadu kenapa harus seperti ini keadaannya.

Marah dengan Allah? Sempat. Lantas Allah memberi jawaban lewat seorang sahabat, "ini lah baktimu kepada org tuamu, bekerja beribadah berdoa sekaligus itu membahagiakan mereka"

Aku menjadi PNS pun karena mereka, mewujudkan apa yg mereka harapkan.

Maka dari itulah,aku sadar bahwa Allah sedang menyiapkan berbagai jalan untuk seorang anak berbakti. Kemudian aku berterima kasih, sujud syukur seketika.

Masih banyak liku2 yg menghadang para anak2 sholeh/ah, bersyukurlah maka akan ringan.

Seujung kuku pun seorang anak tak akan mampu membalas kebaikan orang tua. Maka ini lah cara Allah menjadikan seorang anak yang sholehah untu ditempa sedemikian rupa dulu agar kelak doa anak sholehah dapat terus menemani Bapak dan Ibunya hingga ke akhirat, surganya Allah beserta orang2 yang selalu bersyukur. Aamiin.