Sunday, 14 June 2020

LDR (3)

Menikah bagi saya artinya harus siap untuk LDR. Karena apa? Keadaan. Ga perlu ditanya, jawaban udah terpampang nyata. Aku bekerja di Pontianak. Suami bekerja di Jakarta. Dengan perjuangan kita masing2 untuk mendapatkan pekerjaan itu membuat kita sadar se-sadar-sadar-nya bahwa pada kenyataannya harus LDR'an dulu. 

Nah dari kesadaran itulah polemik justru terjadi. Maksudnya apa nih? Maksudnya, aku sadar, suami istri hidup terpisah itu nyatanya bikin perkara. Rindu. Itu lhoo...satu kata yang asliiiii deh bikin pikiran dan perasaan itu penuh sesak rasanya. Bukan hanya sekedar rindu ingin bertemu, namun kesadaran akan kewajiban2ku sebagai istri otomatis menjadi tak bisa ku laksanakan. 
Aku iri dengan pahala yg didapat istri2 yang lain, mereka bekerja juga namun mereka bisa tetap disisi suaminya dan melakukan kewajiban2nya. Dah dosa kali aku ni, belum jugak nglakuin kewajiban dah iri iri segala kelakuanku. Sad!
Tapi, ada yang namanya jalan, ada yang namanya pintu, maka aku berjalan menuju pintu untuk menyudahi LDR yang pahit ini. Belum sepenuhnya terbuka, tapi aku sudah melihat jalannya. Tolong teman2 doakan aku, doakan kami. Agar kami masing2 bisa terus jalan berdampingan menuju tempat yang satu, sama. Segera. 

0 comments:

Post a comment