Thursday, 18 June 2020

LDR (4)

Percaya ga sih sama yang namanya zodiak? Percaya dalam artian bukan ramalannya sih, tetapi tentang sifat dan perilaku atau ciri khas seseorang berdasarkan zodiaknya.

Nah, kalau aku tipe yang mengindari banget sama yang namanya ramalannya. Karena aku tuh tipe cewek yang apa2 jadi pikiran, jadi aku mending ga baca aja soal begituan. Mau percaya atau bakal ga percaya tetep aja ga usah baca aja sekalian daripada bilang ga percaya tapi bakal tetep kepikiran.
Trus apa nih hubungan LDR sama zodiak? Ga ada sih, cuma bukan yang namanya shifa kalau ga suka menghubung2kan. Hahaaa
Jadi gini, paham kan LDR itu artinya kita akan berkomunikasi setidaknya lewat telepon, chat, atau sekarang bisa video call. Kita ngobrol langsung tatap muka aja suka ga ketebak apa kata hati dan kata si lawan bicara maksudnya apa. Ngomong apa lalu ditangkapnya apa. Salah paham itu susah terelakkan, kadang. Aku ga nakutin sih, cuma ini berdasarkan pengalaman pribadi ya. Perlu diingat, setiap orang berbeda. BERBEDA!.
Jadi kalau chat tuh aku suka nangkap beda, aku bacanya dengan nada bicara aku gitu, padahal ya ga gitu. Ga gitu intonasi si pengirim pesan. Biasa aja, datar aja. Tapi aku bisa aja nangkepnya beda hanya karena pelatakan titik koma bahkan menurut intonasiku sendiri bisa menimbulkan ga keenakan hati. Halah. Itu hanya salah satu contoh aja loh ya. 
Jadi pada akhirnya aku berusaha introspeksi, apakah aku ini kurang mengenal watak/sifat suami aku sendiri? Apakah aku ini tidak sebegitunya ngerti gaya bahasa dan intonasi suami aku sendiri. Lalu lah aku yang suka keidean ini buka perihal zodiak. Tapi tetap, aku ga buka ramalan keuangan, percintaan atau apalah itu. Aku cari karakter orang berdasarkan zodiak. 
Dan hasilnya, BOOM!!!!! WAH IYA YAAA...LHA BEGITU RUPANYA ORANGNYA..?! WADUUH, IYA JUGA SIH KEK GITU ORANGNYA.

Jadi kayak tersadarkan aja gitu, begitu rupanya sifat suami aku. Sedikit banyak cocok juga. Menurutku lho ya.
Intinya, jangan suka main2 sama ramalan zodiak. Tengok sekali aja untuk cari clue dikit soal karakter orang boleh aja. Tapi tetap, penilaian orang itu ya berbeda2. Diri sendiri kadang ngga ngrasa "aku begitu" tapi belum tentu orang lain juga ngrasa "kamu tuh begitu". Paham ga? Kala nggak, ya udah. 

0 comments:

Post a comment