yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Monday, 26 December 2016

Menikah (5)

Duh kemaren2 panas minta ampun. Tahu tahu hujan pulak. Kayak perasaanku aja. Habis gersang tahu2 banjir karena bad mood. Wkwkkwwk. Alay ya.

Capek banget rasanya beres2 rumah, ini itu ini itu (lebay).

Sunday, 25 December 2016

Menikah (4)

Yakinlah, mengenai "mau menikah itu disenengsenengke atine" walaupun kenyataannya memang benar menikah itu adalah hal yang paling membahagiakan bagi calon kedua mempelai tetapi tetap akan banyak masalah yang ada-ada-aja datengnya, adalah benar adanya.

Yakinlah, mengenai "calon manten jangan ikut mikir urusan dapur" walaupun kenyataannya tetep aja ga bisa acuh sama hal begituan, segala hal persiapan untuk hari H dipikinya benar2 sampai bikin pusinh sendiri, adalah benar adanya.

Yakinlah, mengenai "kamu harus begini harua begitu biar nanti manglingi di hari H" walaupun kenyataannya mau usaha kayak apa juga dikarenakan pikiran yang ga bisa seloow ditambah lagi omongan orang yang macam mereka yg punya hajat dan ngeluarin duit, bakalan tetep bikin dahi berkerut, adalah benar adanya.

Tapi yakinlah wahai calon pengantin dimana saja kalian berada, semua hal diatas bukanlah menjadi masalah besar. Tetaplah berbahagia dan riang gembira. Kuncinya adalah berdoa dan berusaha untuk menikmati semua kendala tersebut. Kendala yang hanya satu kali seumur hidup kita rasakan (insya Allah).

Jangan takut. Jangan. Ada Allah SWT yang selalu menyertai kita.

-shifa kepada shifa yang sedang menguatkan hati sendiri.

Menikah (3)

Masih sama seperti hari sebelumnya, mengontrol emosi dan pikiran untuk ga kemana2 dan mikir yang macem2.

Mengontrol diri untuk tidak marah dan sedih akan sesuatu hal yang sebenarnya sepele.

Kayak...habis ketawa ketiwi, tahu tahu 5menit kemudian entah kenapa jadi bad mood, tahu2 entah kenapa jadi sedih ngga beralasan. Entah. Entah kenapa rasanya sedih aja gitu. Aku pun bingung.

Dan entah kenapa tahu2 ya emosi banget sama hal yang sepele dan bisa aja merubah mood seharian. Huft. Capek juga.

Jadilah aku cari hiburan, baca2 blog favorit. Nonton youtube, atau beberes rumah. Pokoknya ga ada deh pikiran tuh nganggur.

Sepertinya juga harus kurang-kurangin ngeLine calon manten laki. Biar kurang2 berantemnya. Hehe

Tapi kangen.

Saturday, 24 December 2016

Menikah (2)

"calon manten dipingit, ndak bole ketemuan"

Awalnya kayak yaah itu sih tradisi doang tanpa memikirkan apa manfaat yg dapat diambil dari kegiatan pingitan.

Dan sekarang aku mulai menyadari betapa pentingnya pingitan.
Tahu ga sih betapa "ada-ada-aja" masalah yang bikin calon manten berantem, mulai dari hal sepele yang bisa aja bikin naik darah. Kalau saja calon manten bisa bebas bertemu hingga hari pernikahan, perang dunia ketiga keempat kelima mungkin terjadi.

Yang kita sendiri adalah pelaku LDR rasa2nya akan terjauh dari hal2 tersebut karena yaa secara otomatis udah kepingit karena ga bisa ketemu.

Tapiiiii...

Tetap saja. Komunikasi jarak jauh tetap saja menimbulkan polemik. Bawaanya uring-uringan, hal sepele yang yaaa siapa sih yang ga mau acara pernikahannya nanti sempurna sesuai yang diharapkan?

Dan menyatukan 2 otak manusia itu luar biasa kerja kerasnya. Aku maunya begitu, tapi mas cukup begini aja. Aku maunya begini, tapi dengan berat hati mas nurutinnya. Ada. Dan aku merasakannya.

Banyak hal. Maka selain dipingit untuk tdk saling bertemu, dipingit untuk tidak saling berkomunikasi juga perlu sepertinya. Biar lewat perantara pihak ketiga aja komunikasinya, bisa lewat ibu atau saudara kandung. Heheee

But, so far so good. Saling mengerti dan memahami adat istiadat dan kebiasaan masing2 itu cukup.

-shifa kepada shifa yang lagi pms.

Thursday, 22 December 2016

Menikah (1)

Ada waktunya berangan2 umur sekian harus menikah. Ada saatnya berangan2 membuat acara akad nikah dan resepsi bak putri raja. Hehe

Pernah. Hanya pernah.

Semakin bertambah usia semakin bisa berpikir realistis mengenai kehidupan yang sedang berjalan maupun masa depan. Mengenai bahwa menikah bukan hanya wajar dilakukan ketika sudah mapan, umur 25 tahun, dan resepsi mewah mengundang ratusan orang.

Semakin kesini semakin merasa cukup untuk tidak berlebihan dan menyerahkan segalanya kepada yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Iya, sekarang, setelah terus memperbaiki diri, memantaskan diri, dan memasrahkan segalanya kepada Allah SWT, tiba juga akhirnya waktu untuk menyempurnakan ibadah bagi kami.

Yaitu, menikah.