yang tak terlupakan,19 Januari 2013.

Jalan-jalan sama temen kuliah.

Puluhan Pantai Cantik Di Gunungkidul Yogyakarta

Butuh Referensi pantai-pantai di Jogja?? cuss klik judulnya!

Pantai Jungwok dan Pantai Greweng

Adventure is out there!!!

Les dan Privat Akuntansi Yogyakarta

hai!kamu yang di jogja (SMA/SMK/Perguruan Tinggi) lagi bingung sama yang namanya akuntansi?? jurnal jurnal ampek laporan keuangan?? yuk les/privat akuntansi

Tuesday, 4 March 2014

kue SUS yameeehhh!

Ada yang ngga suka sama kue sus? sus kering dan sus basah, dua-duanya enaaaaaak banget buat aku. Kalau tiap kondangan sering tuh snacknya sus basah dengan isi cream lembut di dalamnya. Ibuku juga suka beliin aku sus. Di kampus pun jaman kuliah suka banget beli sus basah, ada di kopma kampus. Enak banget.

Untuk sus kering sejauh ini belum ada yang ngalahin Walens Choco Soes dari Nissin. Isinya coklat, kuenya enak, apalagi isinya. yummy bangett!!

Sus kering ini sih yang ngenalin mantan pacar aku dulu waktu kuliah, (duh inget banget sih, abisnya enak sih. apanya? ya susnya dong!) belinya di supermarket depan GOR UNY, kalau ga salah namanya Tamara atau apa gitu ya. Habis itu nagih deh, adekku juga. Untung di supermarket deket rumah juga jual.

Karena sekarang merantau jauh, beberapa hari yang lalu dapet paketan dari rumah, salah satu isinya adalah ini.........!!


Aku ngga request loh, ternyata ide adekku, dia tahu apa yang aku suka. Terima kasih Syaifu. I miss you so much.

note: bukan postingan berbayar, hanya ingin berbagi kebahagiaan lidah :D

kodrat anak kos

Sebagai seorang manusia yang sudah malang melintang di dunia per-kos-an (bukan perkosaan ye, bukan!) sebagai anak kos yang unyu-able (tetep muji sendiri) aku banyak tahu mengenai sifat dan perilaku anak kos. Apa saja itu? Yuk cus siapin kacang buat baca.


Dimata orang anak kos itu "mandiri". Iya mandi sendiri, makan sendiri, apa-apa sendiri hingga orang-orang lupa akan ada akibat dari sebuah sebab yaitu malas. Yang awalnya apa-apa sudah tersedia di rumah, kini harus hidup mandiri.Mungkin ini fase proses beradaptasi. Dari fase awal adaptasi itu kemudian berlanjut dari pengaruh lingkungan sekitar (tetangga kamar). Perhatiin deh, setiap satu kos pasti ada minimal satu orang/kamar aja yang hidupnya berantakan banget. Entah pemalas banget lah, jorok banget lah, kamarnya 11-12 ma gudang lah. Itu pasti ada. Kalau ada se-kos-an full orang-orang rapi, bersih, kirim pict ke aku soalnya NO PICT = HOAX! (teteeeepp).

Dari satu orang itu lah virus malas dan jorok mewabah. Misal, habis makan ga langsung nyuci piring tapi cuma di diemin di depan kamar atau di tempat cuci piring. "ah entar deh, kalau mau makan lagi baru dicuci" kalau udah kayak gitu, itu artinya kamu udah jadi anak kos-an banget! Ini termasuk kriteria males dan jorok juga ya.

Contoh lain, masalah sampah. Kan tiap kamar pasti ada ya tempat sampah masing-masing (kalau ngga ada kebangetan banget dah itu). Dan jarang ada kos'an yang mau masukin pemulung/tukang ambil sampah buat masuk ke area kos'an (takutnya malah ikut ngambilin sandal sepatu). Bahkan hampir ga pernah ada. Tapi masak sampah numpuk didiemin, alhasil si Ibu kos yang punya kodrat berisik ngasih aturan buat buang sampah masing2 ke bak sampah umum yang ada di luar kos. Atau terserah deh mau dibuang dimana asal ngga numpuk di kos aja. Nah ini perkara selanjutnya, anak kos paling males keluar bawa sekantong kresek isi sampah dengan alasan "hih, dah rapi-rapi, wangi, mau kuliah masak nenteng sampah" padahal diluar jam itu pun bisa kalau lagi senggang kek. Tapi ya balik lagi ke kodrat anak kos, mau sesenggang apapun waktunya tetep itu waktu senggang buat males-malesan di kasur. Ye kaaan????!! ngaku ga!

Mungkin itu dulu deh ya, sebenernya masih banyak hal-hal lainnya yang berhubungan dengan anak kos. Pada akhirnya saya mempunyai kalimat penutup, "terpujilah orang-orang sabar seperti anak kos yang sama sekali tidak termasuk dalam kodrat buruk ini. Karena dibalik semua keburukan anak kos, masih tersimpan anak-anak kos yang baik nan rajin dan Ibu kos yang lebih bersabar dalam menghadapi berbagai kodrat buruk anak-anak kosnya."

kamarnya anak kos yang rada rapi, saya. haha

Monday, 3 March 2014

kembaran tak serupa namun terkadang sama juga beda

Siapa nih? siapa yang punya kembaran? Shifa? aku? yup!! Aku punya kembaran. Kembaran ketemu gedhe lebih tepatnya. Dan emang ga serupa fisik. Tapi kita kembaran mengenai sifat dan perilaku, 11-12 lah. Kalau kalian ngikutin blog ini pasti dikit banyak ngerti soal sahabat aku yang namanya Evy atau yang sering ku panggil Ephi. Ya dia yang aku maksud disini.

Jadi gini ceritanya. (Siapin teh sama cemilan). Sering kali kalau kita ngobrol kita nemu banyak kesamaan dengan apa yang kita lakukan masing-masing. Tanpa rencana atau janjian. Misal, Evy cerita mengenai hal A, eh ternyata aku pun juga baru saja mengalami hal A. Kalau aku habis cerita/curhat mengenai hal B, eh ternyata dia juga. Itu sering banget.

Satu yang paling menakjubkan, kita sama-sama susah ngontrol duit, oke jujur... pengeluaran lebih tepatnya. Walaupun kadang aku sering ngomel tiap dia curhat duit nya ludes gitu aja buat belanja ga jelas. Sejujurnya, aku pun juga sedang mengalaminya. Kemudian terungkap juga, kalau kita habis belanjain uang kuliah buat foya-foya ngga jelas. Pada akhirnya kita hemat berjamaah. Unforgetable moment bgt deh. Hahaha.

Tapi, ada dua hal yang membedakan kita. Aku rapi, Evy berantakan (kamarnya). Evy pinter banget, kalau aku kurang pinter (iya, cuma 'kurang' pinter doang. ngga bodo2 amat kok!)

nah, mirip kan? bener kan mirip? jawab iya! plis jawab iya!

Well, she is my twin. And now i miss her so much because we have a long distance relationship. Friendship!!

kerontokan rambut sahabatan sama pikiran

Percaya ngga kalau penyakit yang namanya kerontokan rambut itu sahabatan sama pikiran? Kalau aku sih percaya. Atau emang udah sugesti aku aja ya? Sebenernya bukan penyakit, akunya aja lebay (laah ngaku). 

Jadi gini ceritanya, aku perhatiin, setiap aku lagi ada pikiran banyak, stres pasti rambut aku rontok parah. Pas ngga disisir pun, misalnya habis tiduran di bantal eh ada rambut nempel ketinggalan dibantal ngga cuma satu atau dua helai rambut tapi banyak. Dan disaat juga aku sadar-sesadar-sadarnya kalau aku emang lagi stres berat.

Dari beberapa bulan terakhir di tahun 2013, hingga saat ini pun aku lagi punya penyakit menyebalkan yang namanya kerontokan rambut. Apa aku lagi stres?? Iya bener. Berbulan-bulan?? se-lama ini kah? iya, lagi stres akibat merantau. haha. kalian kalau ngikutin blog ini juga bakal tahu betapa repotnya aku beberapa bulan ini.

Karena keingintahuanku mengenai persahabatan antara kerontokan rambut sama si pikiran cukup besar, browsing-browsinglah aku mengenai itu. Dan ini hasilnya.

Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic mengatakan, stres dan rambut rontok memang punya keterkaitan satu sama lain. Daniel memaparkan, ada tiga kondisi penyebab rambut rontok yang dikaitkan dengan stres tingkat tinggi.  Inilah kondisi tersebut :
  • Alopecia areata


Alopecia areata adalah suatu kondisi rambut rontok yang umumnya terjadi pada daerah yang berbatas tegas seperti kulit kepala. Banyak faktor penyebab alopesia areata, termasuk salah satunya stres berat. Orang dengan alopecia areata, sel darah putih akan menyerang folikel rambut, menghentikan pertumbuhan rambut, sehingga membuat rambut rontok.
  • Telogen effluvium

Telogen effluvium adalah bentuk alopesia yang ditandai dengan kerontokan rambut secara difus yang dapat terjadi secara akut maupun kronis. Dalam kondisi ini, stres emosional atau stres fisik turut mendorong pertumbuhan rambut masuk ke dalam fase istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut-rambut yang terkena efeknya akan tanggal secara tiba-tiba. Misalnya, saat Anda sedang menyisir atau sedang keramas.
  •  Trikotilomania

Trikotilomania adalah gambaran kondisi kejiwaan di mana orang memiliki kecenderungan menarik rambut, alis atau bagian lain dari tubuh mereka sendiri. Orang dengan kondisi seperti ini biasanya sedang mengalami masalah dengan perasaannya (tidak nyaman), seperti stres, cemas, tegang, kelelahan, kesepian, atau frustrasi.
Stres dan rambut rontok tidak harus permanen. Jika Anda mampu mengendalikan stres, besar kemungkinan rambut Anda akan tumbuh kembali. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat rambut rontok tiba-tiba atau mengalami kerontokan yang tidak wajar ketika menyisir atau mencuci rambut. Rambut rontok tiba-tiba merupakan sinyal dari kondisi medis bahwa Anda perlu mendapatkan pengobatan.

Sunday, 2 March 2014

Kangen tapi gengsi

Pernah ngrasain kangen ga? pernah ga?! rasanya gimana? gimana? jelasin ga? jelasin!! (nanya sambil nodong pisau dapur).


Ngeri banget ya kalimat pembukanya. itu pertanyaan aku tujuin buat para cowok-cowok yang rada kurang peka atau udah tahu lagi dikangenin tapi malah sok cool doang. Sebelumnya percayalah, ini postingan paling nge-hek banget deh.

Emang susah jadi perempuan tu, serba salah jadi orang. Di satu sisi mesti jaim, di satu sisi juga perasaan rasanya ngga karuan karena 'kangen' itu. Lebih ancur lagi kalau udah mengorbankan harga dirinya untuk bilang ke orang yang dikangenin, eh itu orang cuek banget. Kesannya ngga peduli, kesannya malah jadi GR banget udah dikangenin. 

Sebenernya perempuan punya prinsip, "ngapain mesti ngangenin orang yang belum tentu kangen juga sama kita". Itu sih teori doang kan ya gaees?? ya kan gaaaeess?? ya kaaan??!! Tetep deh, kita para perempuan ngga mungkin secuek itu sama perasaan sendiri. Salahnya cowok juga sih, jadi orang tuh mbok ya peka, mbok ya menghargai perasaan perempuan. (halah bahasanya)

*Shifa, perempuan 22 tahun, yang lagi kangen.

#Note: Kalau pacar baca ini, jangan ge-er